DATA
PRAKTEK LAPANG EKONOMI SUMBERDAYA PERAIRAN
1.
lokasi penangkapan di
perairan menui dan perairan Maluku
2. waktu yang dibutuhkan
mulai dari pelabuhan sampai pada lokasi penagkapan yauti 2 hari dan
pengoperasian dilakukan selama 4 hari. kemudian perjanan pulang ke pelabuhan
membutuhkan waktu 2 hari.
3.
ikan yang menjadi
spesies target tangkapan yaitu ikan cakalang.
4.
ikan yng bukan spesies
target namun sering di tertangkap pada saat operasi yaitu ikan putih, ikan pgo,
ikan katombo dan ikan lumba-lumba. namun jika ikan lumba-lumba yang tertang di
usahakan ikan tersebut sebelum mati di lepaskan sedangkan ikan-ikan lain tetapa
diambil meskipun bukan spesies target.
5.
frekuensi penakapan
dilaksanakan 5 kali dalam satu bulan.
6.
dalam 1 kali
penangkapan hasil yang diperolah maksimal 9 ton dan minimalnya 1-2 ton
7.
ikan hasil tangkapan
dijual pada perusahaan dengan haega jual untuk ikan cakalang Rp. 10000/kg dan
ikan lajang Rp. 11000-12000/kg.
8.
jumlah mesin yang
digunakan yaitu 4 buah mesin dimana terdiri dari 2 mesin utama dan 2 mesin
cadangan, semua mesin yang digunakan berbahan
bakarkan solar dan oli. dalam satu kali penangkapan solar yang dibutuhkan yaitu
700 liter dan oli 20 liter dengan merek mesin mutshubishi.
9.
jumlah anggota dalam
satu kapal yaitu 14 orang.
10.
selain kapal besar yang
digunakan untuk menangkan ada juga 4 perahu bantu untuk lebih mengefektifkan dalam penagkapan
ikan.
11.
modal untuk biaya
penangkapan diperoleh dari unag pinjaman dari perusahan yang akan membeli hasil
tangkapan, jumlah pinjaman yang sering dipinjamkan yaitu 7 juta rupiah.
12.
system pembrian gaji/umpah dilakukan
berdasarkan hasil tangkapan yang diperoleh (system bagi hasil)
CATATAN:
nama kapal : RIDHA ABADI
alat tangkap yang digunakan yaitu purse
seine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar